Kamis, 09 Juni 2011

Nasa: Badai Matahari Kemarin Hanya Berdampak Kecil



Sebuah suar (debu) surya meletus dari matahari dan berhasil ditangkap secara mengesankan kamera NASA. Tetapi para ilmuwan mengatakan, peristiwa medium-sized itu hanya akan berdampak kecil, jika ada, di bumi.

Seperti dilansir di berita "Waspada, Ledakan Badai Matahari Siang Ini", kemarin di Gaptek Update, suar mencapai puncak awalnya pada Selasa lalu dan menciptakan awan besar yang muncul untuk menutupi hampir setengah permukaan matahari. Sebuah awan bermuatan partikel meletus dari atmosfer luar matahari dan diperkirakan akan melewati bumi pada Rabu malam atau Kamis pagi.

Menurut Pusat Perkiraan Cuaca Luar Angkasa di National Weather Service, peristiwa ini hanya menyebabkan gangguan kecil untuk medan magnet bumi. "Ini bukan termasuk peristiwa alam besar," kata Michael Hesse, kepala laboratorium cuaca ruang angkasa di NASA Goddard Space Flight Center.

"Peristiwa alam ini sungguh spektakuler untuk ditonton, namun tidak begitu besar dalam hal membahayakan bumi," jelas Hesse.

Setidaknya, awan yang meletus dari matahari itu dapat menyebabkan beberapa gangguan singkat untuk komunikasi radio frekuensi tinggi, terutama lebih dekat ke kutub Utara dan Selatan, kata Joe Kunches, ilmuwan ruang di SWPC. Beberapa perangkat global positioning juga akan mengalami masalah kecil.

"Peristiwa ini juga tidak secara langsung menghantam bumi. Aurora borealis mungkin juga akan terlihat lebih jelas pada Kamis atau Jumat malam," kata Kunches.

Gambar dari letusan suar itu berhasil direkam oleh satelit orbit yang disebut Solar Observatory Dynamics. Foto-foto dan video ini menjadi hasil paling spektakuler yang pernah ditangkap oleh satelit sejak diluncurkan tahun lalu. Suar surya jauh lebih besar diprediksikan akan meletus pada Sabtu ini, tetapi NASA tidak akan bisa menangkap gambar karena surya kali ini terjadi pada sisi berlawanan matahari dari bumi.

Para ilmuwan memang sudah lama mengharapkan adanya peningkatan aktivitas matahari ini, karena matahari kini bergerak ke masa yang lebih stabil dari sebuah siklus 11 tahun di mana medan magnet yang membalikkan orientasi. "Matahari telah terbangun dan menjadi lebih aktif hingga kita mendekati solar maksimum, yang diharapkan terjadi pada 2013 mendatang," kata Hesse.(JAY/ULF)


Foto-foto oleh dailymail :






Video :


sumber: liputan6